JOURNAL ARCHIVE
2025-06-15
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 8–8
Annisa Adelia, Fifi Hasmawati, Muhammad Randicha Hamandia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses produksi program Rindu Kampung dalam meningkatkan kualitas penyiaran di Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Sumatera Selatan. Di tengah persaingan industri media yang semakin ketat, LPP dituntut untuk terus menghadirkan tayangan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik serta memperkuat identitas budaya bangsa. Rindu Kampung merupakan salah satu program TVRI yang bertujuan memperkenalkan budaya lokal dari berbagai daerah, khususnya di Sumatera Selatan, dengan pendekatan edukatif dan humanis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari produser, host, dan ketua tim program TVRI Sumatera Selatan. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori agenda setting, yang menjelaskan bagaimana media mengarahkan perhatian publik terhadap isu-isu penting, dalam hal ini pelestarian budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Rindu Kampung diproduksi melalui tahapan pra-produksi, produksi, pascaproduksi, dan evaluasi yang sistematis. Program ini secara efektif membingkai budaya lokal sebagai agenda utama siaran, sehingga memberikan kontribusi terhadap kualitas isi tayangan, pelayanan publik, serta citra kelembagaan TVRI Sumatera Selatan. Melalui konten budaya yang menarik dan penyajian yang komunikatif, Rindu Kampung terbukti mampu menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus memperkuat posisi TVRI sebagai lembaga penyiaran publik yang relevan dan bernilai di tengah perkembangan media modern
JOURNAL ARCHIVE
2024-10-22
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 12–12
Bintang Agung Ade Nugraha, Fifi Hasmawati, Muhammad Randicha Hamandia
Radio Sonora 102,6 FM Palembang merupakan salah satu media audio di kota palembang yang berfokus dalam menyebarkan informasi sosial politik, bisnis, dan lalu lintas. Berdasarkan data yang didapatkan peneliti, radio Sonora 102,6 FM Palembang merupakan 3 dari radio yang aktif dalam menyebarkan informasi edukasi politik mengenai persiapan pemilu 2024, radio Sonora Palembang tentu memiliki strategi dalam penyiarannya. Hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana strategi radio Sonora 102,6 FM Palembang dalam mempertahankan ketertarikan pendengar melalui program siaran Indonesia Memilih. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang dikembangkan oleh Susan Tyler Eastman yang membedah strategi pemograman siaran pada sebuah media menjadi 5 tahapan, yakni strategi kesesuaian (compatibility), strategi pembentukan kebiasaan (habbit formation), pengendalian arus pendengar (control of audience flow), penyimpanan sumber-sumber program (conservation of program resource), dan daya penarik massa (breadth of appeal), dalam penelitian ini juga ditinjau dari aspek manajemen melalui teori morissan yang membagi strategi program siaran menjadi 4 tahap yakni, perencanaan program, produksi dan pembelian program, eksekusi program, pengawasan dan evaluasi program. Hasil dari penelitian memperoleh kesimpulan bahwa radio Sonora 102,6 FM Palembang dalam strategi mempertahankan ketertarikan pendengar melalui program siaran Indonesia memilih adalah menyesuaikan program berdasarkan kebutuhan dan momentum yang ada selain itu juga memanfaatkan teknologi terbaru dalam menyebarkan programnya mulai dari radio web streaming, live streaming youtube, promosi media sosial dan promosi program terjadwal.
JOURNAL ARCHIVE
2024-10-22
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 1–10
Kms. Muhammad Rofiq Ilham, Achmad Syarifudin, Muhammad Randicha Hamandia
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai komunikasi persuasif dalam membina akhlak santri di TPA Rohmaniyah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dalam hal ini dengan mengamati komunikasi persuasif yang dilakukan oleh pengurus dan pengajar di TPA Rohmaniyah dalam usaha membina akhlakul karimah santri-santrinya. Dan untuk mengetahui komunikasi persuasif yang dilakukan dalam pembinaan akhlak di TPA Rohmaniyah, penulis merumuskan masalah penelitian ini yaitu bagaimana penerapan komunikasi persuasif ustadz dan ustadzah dalam membina akhlak santri di TPA Miftahul Huda dan apa dampak dengan diterapkannya komunikasi persuasif dalam membina akhlak santri di TPA Rohmaniyah. Penelitian ini menggunakan alat pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Data primer yang berupa hasil dari catatan dan pengamatan langsung di lapangan yang diperoleh melalui wawancara dengan pengurus dan pengajar di TPA Rohmaniyah. Sedangkan data sekunder berupa data dari dokumen-dokumen grafis yang digunakan untuk mendukung informasi yang didapatkan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan pada hasil penelitian di lokasi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa komunikasi persuasif dalam membina akhlakul karimah santri di TPA Rohmaniyah yang penulis teliti dimana pembinaan akhlak santri ini melalui komunikasi persuasif dengan menggunakan beberapa cara yaitu, pendekatan terhadap santri berupa penyajian pesan yang dihubungkan dengan suatu peristiwa yang menarik perhatian santri. Dan pembangunan hubungan yang kuat antara pengajar dan santri serta kemahiran dalam menyampaikan pesan dengan cara yang meyakinkan. Dengan melalui beberapa cara penerapan tersebut telah berhasil merubah akhlak santrinya dari yang kurang baik menjadi lebih baik.
JOURNAL ARCHIVE
2024-08-07
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 8–8
Ayu Wandira, Hamidah Hamidah, Muhammad Randicha Hamandia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi antara pelatih dan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di SMA Negeri 11 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola komunikasi antara pelatih dan anggota Paskibra cenderung bervariasi, dengan beberapa pola komunikasi yang efektif dan lainnya yang memerlukan perbaikan. Komunikasi yang efektif cenderung melibatkan saling pengertian, dukungan, dan arahan yang jelas dari pelatih kepada anggota Paskibra. Namun, ditemukan juga adanya tantangan dalam komunikasi, seperti ketidakjelasan dalam arahan, kurangnya umpan balik, dan kurangnya ruang bagi anggota untuk menyampaikan pendapat mereka. Saran untuk peningkatan meliputi pelatihan keterampilan komunikasi, pengembangan sistem komunikasi yang lebih terstruktur, pembinaan hubungan yang positif antara pelatih dan anggota, mendorong komunikasi terbuka, dan evaluasi rutin terhadap pola komunikasi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pola komunikasi yang lebih efektif antara pelatih dan anggota Paskibra di SMA Negeri 11 Palembang.
JOURNAL ARCHIVE
2024-08-07
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 9–9
Intan Vesselia, Achmad Syarifudin, Muhammad Randicha Hamandia
Dalam era modern saat ini, kehadiran wedding organizer telah menjadi solusi bagi calon pengantin dan keluarga dalam merencanakan serta mengawasi jalannya acara pernikahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Wedding organizer hadir sebagai layanan khusus yang membantu membuat persiapan acara pernikahan menjadi lebih praktis, serta menjadi bagian dari industri penyelenggaraan paket pernikahan yang terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar. Pemahaman terhadap keinginan dan harapan dari pengguna jasa terhadap kualitas layanan yang diberikan menjadi nilai tambah bagi pemilik bisnis wedding organizer.Penelitian ini adalah studi kualitatif yang bertujuan untuk memahami masalah-masalah dalam kehidupan sosial dengan menggunakan pendekatan holistik, kompleks, dan rinci. Pendekatan induktif digunakan untuk menyusun konstruksi teori atau hipotesis melalui pengungkapan fakta, sesuai dengan paradigma kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan adanya pola komunikasi dua arah (sirkular) antara crew dan klien pada Shakila Wedding Organizer. Pola komunikasi ini terjadi melalui pertukaran informasi antara kedua belah pihak secara timbal balik. Di Shakila Wedding Organizer, komunikasi dua arah yang sirkular terjadi antara crew dan klien, serta di antara crew di dalam tim sendiri.Studi ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang dinamika komunikasi antara crew dan klien dalam konteks industri pernikahan. Implikasi dari temuan ini dapat digunakan sebagai panduan bagi pemilik bisnis dan praktisi dalam meningkatkan komunikasi dan hubungan dengan klien, serta memberikan layanan yang lebih baik dalam pelaksanaan acara pernikahan.
JOURNAL ARCHIVE
2024-08-07
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 8–8
Harist Al Hanif, Hamidah Hamidah, Muhammad Randicha Hamandia
Studi ini bertujuan untuk mengungkap pola komunikasi yang terjadi dalam membangun jaringan sosial etnisitas di antara anggota Ikatan Keluarga Lawang Tiga Balai Minang (IKALTI) di Palembang. Penelitian ini menggali bagaimana komunikasi interpersonal dan intergroup memainkan peran kunci dalam memperkuat ikatan sosial dan mempertahankan identitas etnis dalam konteks keanggotaan keluarga Minang yang berbasis di Palembang. Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan anggota IKALTI yang representatif dari berbagai lapisan dan peran dalam organisasi tersebut. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi pola komunikasi yang muncul, termasuk gaya komunikasi, jenis pesan yang disampaikan, dan implikasi sosial dari komunikasi tersebut dalam membangun jaringan etnis. Temuan studi menunjukkan bahwa pola komunikasi dalam IKALTI mencerminkan karakteristik budaya Minang yang kaya akan nilai-nilai seperti gotong royong, kekeluargaan, dan rasa saling menghormati. Komunikasi interpersonal yang intens, baik melalui pertemuan fisik maupun platform digital, menjadi fondasi utama da membangun hubungan yang solid di antara anggota kelompok. Selain itu, strategi komunikasi intergroup yang indusif membantu memperluas jaringan Etnisitas dan memperkuat identitas kolektif.
JOURNAL ARCHIVE
2024-06-04
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 15–15
Demas Angger, Eni Murdiati, Muhammad Randicha Hamandia
Strategi komunikasi yang merupakan sebuah perpaduan dari perencanaan komunikasi dan manajemen komunikasi untuk mencapai tujuan. Strategi merupakan hal penting yang harus dilakukan guna memaksimalkan dakwah dari remaja masjid Al Hidayah tersebut. Dari uraian tersebut maka peneliti tertarik ingin mengetahui bagaimana stategi komunikasi remaja masjid Al Hidayah dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat. Dalam bentuk skripsi yang berjudul "Strategi Komunikasi Remaja Masjid Al Hidayah Dalam Menyampaikan Dakwah pada Masyarakat Jalan Demak Kelurahan Tuan Kentang Kota Palembang". Dengan memahami Bagaimana Bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan oleh remaja masjid Al-Hidayah dalam mensyampaikan dalam kepala masyarakat dan Faktor Pendukung serta Penghambat Dalam mensyampaikan dalam pemahaman Jalan Demikian Keluaran Tuan Kantalan Total Pembenaran. Metode Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Deskriptif Hasil dari penelitian ini Strategi komunikasi remaja masjid Al-Hidayah dalam mensyampaikan dalam kepala masyarakat dengan melakukan pendekatan dengan cara membuat kegiatan kegiatan guna mengajak remaja dalam masyarakat sekitar untuk memperkuat masjid, Faktor Pendukung dan Penghambat dalam penyampaian dalam remaja masjid Al-Hidayah. Berdasarkan hasil wawancara di Masjid Al-Hidayah faktor pendukung dalam penyampaian dalam remaja masjid Al-Hidayah adalah adanya komunikasi yang baik antara para remaja kepelatihan yang baik dari setiap remaja serta adanya saling dukung dalam perlajaran yang mendukung. Sedangkan faktor penghambat dalam penyampaian dalam remaja masjid Al-Hidayah berupa sulitnya mengatur waktu dengan kesibukan pribadi remaja masjid itu sendiri, dan juga karena masyarakat yang kurang menghargai budaya dan budaya yang diperoleh tersebut sering terjadi kesalahpahaman antara masyarakat dalam perlajaran dan para remaja masjid Al-Hidayah.
JOURNAL ARCHIVE
2024-05-17
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 14–14
Siti Khadijah, Achmad Syarifudin, Muhammad Randicha Hamandia
Palembang Televisi (PALTV), sebagai televisi lokal pertama di Bumi Sriwijaya, telah hadir di tengah-tengah masyarakat sejak 9 September 2005. Bertahan dalam industri penyiaran lokal bukanlah tugas yang mudah bagi PALTV, karena harus bersaing dengan televisi nasional, lokal di wilayah yang sama, televisi digital, dan media penyiaran streaming internet lainnya. Untuk bertahan, PALTV membutuhkan strategi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi komunikasi PALTV dalam mempertahankan eksistensinya sebagai televisi lokal di Palembang. Teori Ekologi Media oleh Dimmick dan Rohtenbuhler digunakan sebagai kerangka teoretis, yang menyoroti tiga sumber penting bagi media untuk bertahan, yaitu modal, jenis isi media, dan jenis khalayak sasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan pengumpulan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan beberapa strategi yang digunakan PALTV: 1. Strategi Program: PALTV melakukan perencanaan program jangka panjang, menengah, dan pendek, serta memanfaatkan media sosial untuk promosi. Mereka juga memperhatikan moment tertentu dalam perencanaan program, mengelola produksi dan pembelian program, menyesuaikan jadwal program dengan kebiasaan penonton, dan melakukan pengawasan serta evaluasi program. 2. Segmentasi, Targeting, dan Positioning: PALTV melakukan segmentasi audien dari berbagai kalangan, memilih target penonton sesuai dengan program, dan membangun persepsi masyarakat melalui tagline. 3. Strategi Pemasaran: PALTV melakukan pemasaran program dengan menawarkan ratecard kepada pemasang iklan, menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta, serta mengadakan event dan kegiatan off air. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, PALTV berupaya mempertahankan eksistensinya dan menghadapi persaingan di industri penyiaran yang semakin ketat
JOURNAL ARCHIVE
2024-05-17
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 14–14
Nura Holipiah, Hamidah Hamidah, Muhammad Randicha Hamandia
Dalam konteks dinamika media sosial dan pelayanan publik, penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali strategi komunikasi yang digunakan, jenis konten yang disajikan, interaksi dengan pengikut, dan dampak positif yang dihasilkan oleh kegiatan komunikasi tersebut. Melalui analisis yang mendalam, temuan penelitian menunjukkan bahwa frekuensi unggahan yang tinggi, konten yang relevan dengan kebutuhan dan minat pengikut, serta responsifitas yang baik terhadap respon pengguna menjadi faktor utama dalam pembentukan citra positif. Namun, penelitian juga mengidentifikasi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan potensi dampak negatif dari krisis atau kejadian buruk yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan strategi komunikasi ke depan. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya manajemen yang efektif dan responsif terhadap dinamika media sosial dalam konteks pelayanan publik dan membangun hubungan yang positif dengan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini memberikan landasan yang kokoh bagi pengembangan strategi komunikasi yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi Humas Polda Sumsel, serta memberikan sumbangan bagi literatur tentang hubungan antara komunikasi organisasi, media sosial, dan citra institusi publik
JOURNAL ARCHIVE
2024-05-17
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 10–10
Zulkifli Hidayat, Fifi Hasmawati, Muhammad Randicha Hamandia
Penelitian berjudul komunikasi massa pada media RRI Palembang dalam eksistensi media online (rri.co.id). Dengan tujuan yaitu untuk mengetahui eksistensi media online RRI Palembang (rri.co.id) sebagai bentuk komunikasi massa. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Field Research. Responden pada penelitian ini berjumlah tiga orang yaitu staff-staff editor dan reporter di media RRI Palembang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah agenda setting yang diolah melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan pada kesimpulan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Komunikasi massa pada Media RRI Palembang menggunakan tiga unsur agenda setting yaitu, pertama, agenda khalayak menggambarkan kesadaran khalayak terhadap isu topik tertentu di publik, media berita tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mempengaruhi agenda publik dengan memutuskan apa yang dinilai penting dan harus dianggap penting oleh khalayak. Kedua, agenda media yang telah disepakati oleh internal yaitu oleh penulis, editor serta manejemen RRI Palembang. Ketiga, agenda kebijakan yaitu proses untuk menyampaikan suatu pemberitaan publik yang dianggap penting bagi khalayak.
JOURNAL ARCHIVE
2024-05-17
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 14–14
Muhamad Gunawan, Hamidah Hamidah, Muhammad Randicha Hamandia
Komunikasi merujuk pada terjadinya suatu proses yang dilakukan oleh manusia dalam rangka memberikan respon terhadap perilaku ataupun perlambang yang dilakukan oleh manusia lainnya. komunikasi interpersonal menjadi kunci dari permasalahan antara sipir atau penjaga tahanan dan warga binaan atau narapidana dalam kasus keterbukaan diri. Metode Penedelitian yang dilakukan adalah Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan metode penelitian Kualitatif. Dengan menghasilkan, 1) Pola Komunikasi Interpersonal dalam membangun hubungan baik antara Sipir dan Tahanan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Palembang. 2) cara sipir dalam membangun hubungan baik pada tahanan lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) kelas 1 palembang. Faktor pendukung bagi Sipir di LPKA adalah narapidana mau diajak berkomunikasi secara langsung serta secara ke keluargaaan sehingga membuat suasana nyaman. Disisi lain faktor penghambat dari menjaga hubungan baik antara Sipir dan para tahanan adalah, seperti gangguan jiwa dan susah di atur serta penyakit menular yang sangat berbahaya tentunya ini hal ini menjadi faktor penting untuk di tindak lanjut seperti gangguan jiwa tetapi hal ini dapat di selesaikan secara hukum. Susah di atur, Penyakit yang menular dan sebagainya.
JOURNAL ARCHIVE
2024-04-02
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 13–13
Delli Ikhwana, Achmad Syarifudin, Muhammad Randicha Hamandia
Penelitian ini bertujuan untuk membahas pola komunikasi persuasif dalam rekrutmen calon santri Rumah Tahfidz wa ta’lim mahabbatul ilmi dan faktor penghambat maupun pendukung dalam rekrutmen calon santri Rumah Tahfidz wa ta’lim mahabbatul ilmi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, subjek penelitian adalah pengurus rumah tahfidz dan santri. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dandokumentasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Teknik penelitian menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya komunikasi secara langsung dengan masyarakat umum terkait rekrutmen calon santri kemudian tidak ditemukannya hambatan dalam proses rekrutmen calon santri di Rumah Tahfidz Wa Ta’lim Mahabbatul ilmi, adanya niat dari calon santri untuk menghafal al-Quran serta kesadaran dalam diri dalam belajar al-Quran menjadi faktor pendukung dalam merekrut calon santri. Kesimpulannya, komunikasi secara langsung efektif dalam merekrut calon santri, dengan harapan santri yang bersangkutan dapat menimba ilmu agama dan dunia.
JOURNAL ARCHIVE
2024-03-04
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 10–10
Elya Anggraeni, Fifi Hasmawati, Muhammad Randicha Hamandia
Penelitian ini dilaksanakan di kantor Baznas Provinsi Sumatera Selatan, adapun permasalahan yang di angkat adalah bagaimana strategi komunikasi pimpinan Baznas terhadap pendamping dalam program Z-mart. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang digunakan oleh komunikasi pimpinan Baznas terhadap pendamping dalam program Z-mart. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian naturalistis inguiry, atau field study, adapun teknik pengumpulan datanya selama melakukan proses penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pimpinan Baznas Provinsi Sumatera Selatan menerapkan strategi komunikasi organisasi, yaitu bentuk komunikasi vertikal, horizontal dan diagonal. Pimpinan aktif dalam perannya yaitu melatih pendamping program melalui pelatihan dan dampingan secara langsung kepada pendamping dalam program Z-mart.