JOURNAL ARCHIVE
2024-08-07
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 8–8
Ayu Wandira, Hamidah Hamidah, Muhammad Randicha Hamandia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi antara pelatih dan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di SMA Negeri 11 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola komunikasi antara pelatih dan anggota Paskibra cenderung bervariasi, dengan beberapa pola komunikasi yang efektif dan lainnya yang memerlukan perbaikan. Komunikasi yang efektif cenderung melibatkan saling pengertian, dukungan, dan arahan yang jelas dari pelatih kepada anggota Paskibra. Namun, ditemukan juga adanya tantangan dalam komunikasi, seperti ketidakjelasan dalam arahan, kurangnya umpan balik, dan kurangnya ruang bagi anggota untuk menyampaikan pendapat mereka. Saran untuk peningkatan meliputi pelatihan keterampilan komunikasi, pengembangan sistem komunikasi yang lebih terstruktur, pembinaan hubungan yang positif antara pelatih dan anggota, mendorong komunikasi terbuka, dan evaluasi rutin terhadap pola komunikasi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pola komunikasi yang lebih efektif antara pelatih dan anggota Paskibra di SMA Negeri 11 Palembang.
JOURNAL ARCHIVE
2024-08-07
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 8–8
Harist Al Hanif, Hamidah Hamidah, Muhammad Randicha Hamandia
Studi ini bertujuan untuk mengungkap pola komunikasi yang terjadi dalam membangun jaringan sosial etnisitas di antara anggota Ikatan Keluarga Lawang Tiga Balai Minang (IKALTI) di Palembang. Penelitian ini menggali bagaimana komunikasi interpersonal dan intergroup memainkan peran kunci dalam memperkuat ikatan sosial dan mempertahankan identitas etnis dalam konteks keanggotaan keluarga Minang yang berbasis di Palembang. Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan anggota IKALTI yang representatif dari berbagai lapisan dan peran dalam organisasi tersebut. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi pola komunikasi yang muncul, termasuk gaya komunikasi, jenis pesan yang disampaikan, dan implikasi sosial dari komunikasi tersebut dalam membangun jaringan etnis. Temuan studi menunjukkan bahwa pola komunikasi dalam IKALTI mencerminkan karakteristik budaya Minang yang kaya akan nilai-nilai seperti gotong royong, kekeluargaan, dan rasa saling menghormati. Komunikasi interpersonal yang intens, baik melalui pertemuan fisik maupun platform digital, menjadi fondasi utama da membangun hubungan yang solid di antara anggota kelompok. Selain itu, strategi komunikasi intergroup yang indusif membantu memperluas jaringan Etnisitas dan memperkuat identitas kolektif.
JOURNAL ARCHIVE
2024-05-17
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 14–14
Nura Holipiah, Hamidah Hamidah, Muhammad Randicha Hamandia
Dalam konteks dinamika media sosial dan pelayanan publik, penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali strategi komunikasi yang digunakan, jenis konten yang disajikan, interaksi dengan pengikut, dan dampak positif yang dihasilkan oleh kegiatan komunikasi tersebut. Melalui analisis yang mendalam, temuan penelitian menunjukkan bahwa frekuensi unggahan yang tinggi, konten yang relevan dengan kebutuhan dan minat pengikut, serta responsifitas yang baik terhadap respon pengguna menjadi faktor utama dalam pembentukan citra positif. Namun, penelitian juga mengidentifikasi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan potensi dampak negatif dari krisis atau kejadian buruk yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan strategi komunikasi ke depan. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya manajemen yang efektif dan responsif terhadap dinamika media sosial dalam konteks pelayanan publik dan membangun hubungan yang positif dengan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini memberikan landasan yang kokoh bagi pengembangan strategi komunikasi yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi Humas Polda Sumsel, serta memberikan sumbangan bagi literatur tentang hubungan antara komunikasi organisasi, media sosial, dan citra institusi publik
JOURNAL ARCHIVE
2024-05-17
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 14–14
Muhamad Gunawan, Hamidah Hamidah, Muhammad Randicha Hamandia
Komunikasi merujuk pada terjadinya suatu proses yang dilakukan oleh manusia dalam rangka memberikan respon terhadap perilaku ataupun perlambang yang dilakukan oleh manusia lainnya. komunikasi interpersonal menjadi kunci dari permasalahan antara sipir atau penjaga tahanan dan warga binaan atau narapidana dalam kasus keterbukaan diri. Metode Penedelitian yang dilakukan adalah Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan metode penelitian Kualitatif. Dengan menghasilkan, 1) Pola Komunikasi Interpersonal dalam membangun hubungan baik antara Sipir dan Tahanan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Palembang. 2) cara sipir dalam membangun hubungan baik pada tahanan lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) kelas 1 palembang. Faktor pendukung bagi Sipir di LPKA adalah narapidana mau diajak berkomunikasi secara langsung serta secara ke keluargaaan sehingga membuat suasana nyaman. Disisi lain faktor penghambat dari menjaga hubungan baik antara Sipir dan para tahanan adalah, seperti gangguan jiwa dan susah di atur serta penyakit menular yang sangat berbahaya tentunya ini hal ini menjadi faktor penting untuk di tindak lanjut seperti gangguan jiwa tetapi hal ini dapat di selesaikan secara hukum. Susah di atur, Penyakit yang menular dan sebagainya.
JOURNAL ARCHIVE
2024-03-04
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 10–10
Agus Heriyanto, Hamidah Hamidah, Manalullaili Manalullaili
Penelitian ini berjudul “Analisis Komunikasi Kelompok Pengembala Kerbau”, dengan tujuan untuk mengetahui proses komunikasi dan faktor penunjang serta penghambat komunikasi kelompok pengembala kerbau di Kelurahan Babat, Kecamatan Babat Toman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian field research (penelitian lapangan), yang dilakukan secara langsung di lapangan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi secara langsung. Dalam penelitian ini, jumlah responden yang akan wawancara adalah 8 orang, terdiri dari ketua kelompok pengembala kerbau, 4 anggota kelompok pengembala kerbau, lurah kelurahan babat, dan 2 warga kelurahan babat yang berhubungan dengan lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pelaksaan komunikasi kelompok pengembala kerbau di Kelurahan Babat berjalan cukup baik, yaitu Komunikasi ketua dan anggota kelompok pengembala kerbau, intruksi dari ketua ke anggota, komunikasi kelurahan dengan kelompok pengembala kerbau dan komunikasi masyarakat dengan kelompok pengembala kerbau. Faktor penunjang komunikasi adalah penggunaan bahasa daerah yang mudah dipahami antar sesama masyarakat, dan faktor penghambat komunikasi yaitu penggunaan bahasa komunikasi yang sulit dipahami.
JOURNAL ARCHIVE
2024-03-01
•
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital
•
pp. 11–11
M Rasyid Al Fariz, Hamidah Hamidah, Manalullaili Manalullaili
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Strategi Komunikasi Interpersonal Ketua dan Anggota Dalam Menanamkan Nilai Kerukunan Pada Paguyuban Sambirejo Rukun (PSR) di Desa Sambirejo, Kecamatan Selupu Rejang. Penelitian ini menggunakan penelitian metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan informasi melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan membuat kesimpulan agar data bisa dipahami dengan baik. Penelitian ini menggunakan Teori Komunikasi Interpersonal menurut Joseph A Devito dan Teori Solidaritas Sosial menurut Emile Durkheim. Maka dari hasil penelitian ini yang menjelaskan bahwa strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan meliputi keterbukaan, empati, sikap mendukung, rasa positif, dan kesetaraan. Sementara itu, konsep solidaritas mekanis dan organis digunakan untuk memperkuat kerukunan di dalam kelompok. Peneliti menemukan bahwa strategi yang tepat perlu dikembangkan dan diterapkan untuk menanamkan nilai kerukunan pada paguyuban agar paguyuban dapat berjalan dengan lancar dan sukses dalam mencapai tujuannya. Melalui penelitian ini, diharapkan paguyuban lainnya dapat mengadopsi strategi komunikasi interpersonal dan solidaritas sosial pada paguyuban mereka untuk meningkatkan kerukunan dan kinerja paguyuban, serta menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling menghargai antar anggota paguyuban. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi inspirasi bagi paguyuban dalam menjaga harmoni dan kebersamaan didalamnya